Rabu, 15 April 2015

DUA SISI

Hidup ini bagai 2 sisi mata uang logam, ada suka ada duka, ada siang ada malam, ada kiri ada kanan, ada atas ada bawah, dan selanjutnya yang lain. Kehidupan ini juga bagaikan roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Ketika kita berada di atas dan kita diberikan nikmat oleh Allah SWT yang begitu berlimpah, saya pribadi terus terang merasa takut. Ya, takut sekali. Takut bila nikmat yang telah Allah berikan kepada keluarga ini akan menjadikan kami orang yang sombong dan takabur, takut menjadi orang yang selalu merasa kurang ketika telah diberikan kenikmatan dan takut akan selalu mengejar duniawi semata hingga menomorsekian-kan urusan kehidupan di akhirat kelak. Alasan yang terkahir itulah yang paling membuat saya takut. 

Kehidupan di akhirat...Bekal saya untuk hidup disana masih jauh dari kata cukup, cukup? Adakah batas cukup untuk mencari bekal untuk hidup di akhirat kelak? Sedangkan amal ibadah kita sudah terputus apabila kita sudah meninggalkan dunia fana ini untuk selama-lamanya. Namun ada amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau kita telah meninggal yaitu :
1. Sedekah jariyah:
2. Ilmu  yang bermafaat;
3. Anak yang sholeh / sholehah.

Saya sendiri kadang "terlena" akan nikmat  dan rezeki dari Allah SWT yang berlimpah. Memang sudah mengucap syukur alhamdulillah, tapi hanya sekedar di lisan saja dan saya juga kadang masih merasa hanya sekedar rutinitas harian saja dalam menjalankan perintah Allah untuk sholat lima waktu dalam sehari semalam. Padahal, di saat sholat itulah, kita bisa mengucapkan syukur atas segala nikmatMu, kita bisa semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta, dan yang terpenting kita bisa memohon apapun untuk kebaikan kita. Apapun... Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT, karena Dia-lah Sang Maha Segalanya. 

Allah Maha Baik, Dia memberikan jalan lain agar kita bisa mendapatkan pahala selain dari sholat. Kita bisa berpuasa dan ibadah sunnah lainnya yang telah Allah terangkan di dalam pedoman kita yaitu Al-quran dan Hadist; Ngomong-ngomong soal puasa, saat ini saya merasa rinndduuuu sekali puasa sunnah bareng engkau wahai suamiku...... Ayok lah...kita perbanyak amal ibadah kita untuk meraih pahala dan ridhoNya, walaupun kemarin sempat malas kan ya?  Saya jadi ingat ada suatu kutipan, marilah kita beribadah seperti kita akan mati esok pagi dan marilah kita berusaha seperti kita akan hidup seribu tahun lamanya.

Menjelang enam tahun usia pernikahan kami, Allah SWT belum menitipkan amanah anak kepada kami. Tapi kami yakin, suatu saat nanti Allah pasti menitipkan putra atau putri yang sholeh / sholehah kepada "Keluarga Purnomo" ini. Kami yakin itu, dan kami selalu ber-khusnuzon kepada Allah akan hal itu, bukankah Allah beserta prasangka hambanya? Tidak lupa pula selain berdo'a kita juga wajib berusaha, dan Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada dalam diri mereka.

Jadi, marilah kita bersama-sama semakin mendekatkan diri kepada Allah dan selalu berdo'a agar selalu dalam bimbinganNya. Selalu diberikan kemudahan dalam segala urusan dan pekerjaan kita, diberikan kemudahan dalam mencari rizki halal dariMu, diberikan kesehatan dan panjang umur sehingga kita bisa beribadah sampai maut datang menjemput dan mengucap :

Sumber gambar dari sini

 kemudian menutup mata ini untuk meninggalkan dunia fana selama-lamanya.

SATE UDANG DAN OSENG TAUGE

Jadi ceritanya saya lagi malas belanja ke warung sayur, gak tau kenapa, pokoknya malas untuk keluar rumah, nunggu tukang sayur aja yang lewat nanti biasanya sie sekitar jam 8-an. Di mas tukang sayur pun tinggal udang, tauge, kacang panjang dan beberapa sayuran lain. Akhirnya udang dan tauge saya ambil, habis ini masih bingung juga, udangnya mau dimasak buat lauk, digoreng? bosen....A...HA....!!!! Dibakar alias dibikin sate aja kali ya, sebagai variasi olahan udang biar pak suami juga gak bosen. Untuk mengolah udang, biasanya udang saya kupas bersih tanpa ada cangkang/kulit luar dan kepalanya serta kaki-kakinya, jadi tinggal dagingnya aja. Soalnya klo gak bersih kadang bibir ini rasanya gatal klo habis makan olahan udang. 

Oh ya, di dalam udang ini, banyak sekali kandungan gizinya, bisa dilihat tabel berikut.
  Okelah...kita bikin sate udang aja yuk..Berikut bahan-bahannya :
  • 1/2 kg udang segar ukuran sedang. bersihkan dan kupas, biasanya saya kupas bersih, jadi tinggal dagingnya aja, cuci bersih dan beri perasan jeruk nipis lalu cuci kembali dan bumbui dengan merica dan bawang putih bubuk serta sedikit garam. Diamkan kurang lebih 15 menit.
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 5 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • garam sesuai selera
  • gula jawa secukupnya
  • kecap manis
  • 1 sdm mentega.
Langkah-langkahnya :
  1. Haluskan ketumbar, bawang merah, bawang putih, garam, gula jawa.
  2. Setelah lembut, tambahkan kecap manis dan margarin. 
  3. Aduk rata.
  4. Susun udang yang sudah berbumbu dengan tusuk sate.
  5. Guling-gulingkan ke dalam bumbu yang tadi dihaluskan.
  6. Panggang udang dan bolak-balik, jangan sampai gosong tapi juga harus matang.
  7. Angkat, taburi dengan merica bubuk, irisan bawang merah dan irisan tomat.
Ini dia sate udang yang udah siap santap,

Itu
Teman-teman agak heran ya, 
kenapa ujung tusuk sate bagian yang dipegang agak gosong? 
Hehehe...itu karena saya manggang nya pake wajan teflon biasa, 
ujung yang satunya udah mentok ke pinggir teflon.
*mulai searching alat dapur untuk keperluan seperti ini :))

Oke....kita lanjut ke menu berikutnya, kita olah tauge-nya ya...

Bahan-bahannya :
  •  2 bungkus tauge panjang, siangi akarnya.
  • 5 lonjor kacang panjang, potong-potong + 2 cm
  • 2 potong tahu putih, potong kotak-kotak.
Bumbu-bumbunya :
  • 3 siung bawang merah ukuran agak besar
  • 2 siung bawang putih
  • 5 buah cabe merah
  • garam
  • gula pasir (pake gula jawa juga boleh) 
  • Biasanya saya tambahin saus tiram.
  • Daun salam dan lengkuas. 
  • Sedikit air
  • sedikit minyak untuk menumis
Yuk, mulai kita masak tumis taugenya,
  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan cabe.
  2. Setelah layu, masukkan daun salam dan lengkuas.
  3. Masukkan kacang panjang dan tahu, tambahkan sedikit air.
  4. Tambahkan garam, gula pasir dan saus tiram.
  5. Setelah mendidih dan kacang panjang agak matang, masukkan tauge.
  6. Aduk dan biarkan tauge sedikit matang. Angkat dan hidangkan.
Nah....selesai sudah acara memasak kita kali ini, ini dia menu yang telah kita masak tadi...TTTTAAAARRRRRAAAAA.....


Gimana, tertarik untuk mencoba menu ini? Eits...ada lagi yang gak boleh kelupaan di meja makan kami, yaitu kerupuk. Dia harus selalu ikut nangkring di meja makan, soalnya si kerupuk ini  favoritnya pak suami.