Senin, 01 Desember 2014

PEPES TAHU PINDANG DAN SAYUR ASEM

Sepanjang perjalanan pulang kantor menuju rumah, saya masih bingung, masak apa ya? Di kulkas hanya ada tahu putih, telur, dan kentang. Kalau bikin tahu crispy saya belum PD, karena apa? karena saat tahu saya angkat dari penggorengan sie crispy ya, tapi beberapa menit kemudian seiring tahunya dingin, lemes lah si tahu crispy itu. jadi agak males bikin tahu crispy. Terus masak apa dong.....???!!! Bingung sendiri...Mampirlah saya ke warung sayur yang biasa saya lewat ketika pulang kantor. Tinggal ada pindang dan sayur yang sudah agak layu, maklum lah udah sore ini. Okelah, saya beli pindang 1 keranjang isi 2 dan mix sayur asem. 

Sampai rumah pas berkumandang adzan maghrib, saya mandi dan sholat. Barulah setelah itu, saya mulia berkutat di dapur. Saya buka kulkas, tahu putih saya keluarin, sayang juga kalau tidak segera dimasak. Akhirnya saya putuskan, saya masak pepes tahu pindang dan sayur asem. Kebetulan sisa daun pisang pas masak garang asem kemarin masih ada, walaupun agak sedikit layu sie, tapi tak apalah. Nah... untuk resep pepes tahu pindang ini, saya akan sharing ke teman-teman semua, siapa tahu bisa dijadikan acuan dan semoga bermanfaat. 

Untuk bahan-bahannya adalah :
  • 2 buah pindang ukuran sedang (buang duri tengahnya dan duri yang kadang menempel di temboloknya; saya lebih suka benar-benar bersih dari duri, soalnya trauma, dulu pernah gak sengaja tertelanlah itu duri dan sakitnya tuh disini...di tenggorokan ==> tu kan curhat lagi, ini baru nulis resep masih aja sempat-sempatnya curhat)
  • 2 buah tahu putih ukuran sedang (nanti dihancurkan bersamaan pada saat menghaluskan bumbu)
  • Tomat (potong kecil-kecil)
  • Daun bawang (loncang - potong kecil-kecil)
  • Daun kemangi (pisahkan antara daun dan tangkai)
  • Daun salam (saya pakai 2 lembar kecil tapi saya potong-potong agar merata) 
Untuk bumbu yang dihaluskan yaitu :
  • 2 siung bawang merah 
  • 4 siung bawang putih
  • 6 buah cabe merah (karena saya dan pak suami gak doyan pedes, jadinya pake cabe yang ini aja, bukan cabe rawit setan)
  • Kunyit sedikit
  • Kemiri 1 butir
  • Garam
  • Gula pasir (Gula jawa juga boleh)
Sekarang prosesnya,

  • Setelah bumbu dihaluskan, campurkan tahu sambil dihancurkan dengan ulekan.
  • Setelah semua tercampur, masukkan tomat, daun bawang, daun kemangi, dan daun salam, aduk sampai tercampur rata.
  • Lalu siapkan daun pisang untuk membungkus, kemudian tuang adonan tahu ke daun pisang, pipihkan, taruh ikan pindang di tengah, lalu tuang adonan tahu lagi sehingga ikan berada di tengah tahu (bingungkan membayangkannya? sayang pas sesi ini tidak saya dokumentasikan).
  • Gulung daun pisang seperti gulungan lontong. Jangan lupa, di kedua ujung disematkan menggunakan tusuk gigi atau lidi yang dipotong-potong  kurang lebih 3 - 4 cm-an.
 
  • Setelah itu, panaskan dandang. Setelah panas, masukkan pepes yang sudah siap dan kukus kurang lebih 30 s/d 45 menit.  
 
  • Seteleh itu, keluarkan dari dandang dan siap untuk dipanggang.
  • Karena alat panggang saya ada salah satu "onderdil"nya yang rusak, saya pake teflon aja manggangnya.
  • seperti ini ni : 
  • Panaskan teflon, tuang sedikit minyak goreng atau margarin, dan masukkan pepesnya. Bolak-balik sampai matang, angkat dan sajikan.
 


Untuk sayur asemnya sie standard ya, baik bahan dan bumbunya, tapi saya lebih suka sedikit saya kasih terasi agar lebih sedap aromanya. Terus terang, kebiasaan saya bila memasak, saya jarang sekali... hampir tidak pernah... saya tambahi vetsin / msg atau pun bumbu penyedap (misal : m*s*k* atau R*yc* atau apapun). Memang di dapur tidak ada dan tidak pernah saya adakan. Pure hanya garam dan gula saja dan bumbu utama. Saya hanya mencoba membiasakan diri mengurangi bahan-bahan tersebut. Kalau untuk tidak sama sekali menyentuh bahan-bahan tambahan tersebut tidak mungkin, karena pasti kita juga kadang makan di luar, yang mungkin menggunakan bahan tambahan tersebut. Jadi anggap saja, ini cara saya untuk mengurangi penggunaan penyedap tambahan ke makanan. 

Ini dia tampilan si pepes tahu pindang dan sayur asemnya, cekidot...!!!



Sekian sedikit cerita dari saya, semoga bermanfaat. Sekarang, mari kita cari inspirasi lagi, masak apa ya hari ini...??? Tetap semangat teman-teman semua...!!!

Selasa, 18 November 2014

KEMBALI RASA ITU DATANG...

Aku sadar, antara headline dan isi blog pribadiku setelah saudara sekalian membacanya terkesan bertolak belakang, aku pribadi mengakui hal tersebut. Headline "Denganmu bahagia", tapi isinya curahan hati galau, sedih dan gundah. Kupikir tak apalah, memang aku membuat blog ini kupergunakan ketika aku mempunyai uneg-uneg yang ingin ku tuangkan dalam tulisan. Selain itu juga mungkin mengenai kegiatan atau apalah pokoknya yang ingin saya sampaikan saja. Mengenai headline-nya, itulah tujuan dalam rumah tangga kami. Pernah pak suami membaca dan apa komentarnya? Haru...pak suami merasa terharu atas apa yang aku sampaikan disini. Terima kasih ya mas, sudah menyempatkan waktu untuk menengok...

Pagi ini di kantor, kembali rasa itu datang hingga akhirnya kembali hatiku merasakan perih yang hampir saja membuat air mataku kembali meleleh...Rasa sedih, setiap aku mendengar atau mengetahui sebuah pernikahan yang baru seumur jagung sudah ada amanah calon anak. Rasa iri dan rasa dimana akupun ingin merasakan menjadi seorang ibu selalu menggelitik. Akupun tahu kalau keluarga besar kami (aku dan pak suami) sama-sama menunggu hadirnya anak di dalam rumah tangga kami. Pernah aku coba untuk berbagi tentang hal ini ke salah seorang teman, disampaikanlah bahwa ini adalah sebuah cobaan dimana setiap keinginan kita belum dikabulkan oleh Allah. Cobaan dimana kita harus selalu bersabar menghadapi cobaan dari Allah. Apa yang harus kita lakukan ? Pastinya yang bisa aku lakukan hanyalah mencoba bersabar dan ber-istighfar dengan harapan semoga bisa meredam gemuruh dan sesak di dadaku. Istighfar....ya istighfar...Aku pernah membaca sebuah artikel mengenai istighfar dan manfaatnya. sumbernya disini

Setelah apa yang kutulis pagi ini, sedikit lega kurasakan dan sesak di dada sedikit berkurang, Alhamdulillah....Ya Allah, berikanlah kemudahan bagi hamba dan suami hamba di dalam mencari rizkiMu....Berikanlah kesehatan, kemudahan dan ketentraman di dalam keluarga kami. Bimbinglah kami untuk selalu istiqomah di jalanMu....Bimbinglah kami untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kami kepadaMu Ya Allah...Tuntunlah kami untuk selalu menjalankan solat tepat waktu. Untuk pak suami, mari kita saling mengingatkan untuk mencapai ridhoMu di dalam menjalankan rumah tangga ini, yaitu menuju sakinah, mawahdah, warohmah... Amien...

Senin, 27 Oktober 2014

Kami akan selalu sabar menantimu... (Part 1)

Foto nikah di Yogyakarta, karena saya asli Yogyakarta
19 Juli 2009, ijab kabul dilangsungkan di Kantor KUA kecamatan Gamping, Yogyakarta. Terima kasih Ya Allah, telah engkau pertemukan hamba dengan jodoh hamba, seorang laki-laki penyabar, penyayang dan bijaksana. Kami terpaut kurang lebih 10 tahun dimana suami lebih tua dari saya. Perkenalan kami sebelum menikah kurang lebih 12 bulan, 9 bulan kenalan lalu suami saya melamar dan 3 bulan kemudian kami melangsungkan pernikahan. Asa dan harapan kami gantungkan kepadaMu ya Allah, coba pasrahkan semuanya kepadaMu, termasuk rizki, keturunan dan semuaNya, Engkau sang maha segalanya. 

Memasuki usia pernikahan 1 tahun, kami masih mencoba menata rumah tangga kami, dimulai dengan kos satu kamar, Kami jalani dengan ikhlas dan terus terang saya cukup senang, karena saya bisa mengatur rumah tangga saya sendiri walaupun hanya sepetak kamar kos. 
Memasuki usia pernikahan 2 tahun, kami masih menempati kamar kos itu,  kami lalui dengan suka cita, dan alhamdulillah kami ada rezeki, kami bisa membeli 1 motor lagi. kata suami "untuk hadiah ulang tahun mu dek". Alhamdulillahirobbil'alamin, Ya Allah, engkau hadirkan suami yang begitu mengerti dan memahamiku, dan telah Engkau berikan rizki kepada keluarga kecil kami Ya Allah. Janganlah Engkau biarkan kami terlena dengan nikmatMu ini Ya Allah, bimbinglah keluarga kami untuk selalu pandai mensyukuri nikmatMu.
Usia pernikahan 3 tahun, kami mamantabkan hati untuk mengambil KPR perumahan di daerah Ungaran. Alhamdulillah sudah terlaksana dan rumah mungil dengan 1 kamar sudah bisa kami tempati di usia 3 tahun pernikahan. Sebenarnya sejak usia pernikahan kami 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun berjalan sudah mulailah muncul perasaan galau, gundah, bingung, berkecamuk di benak saya. Mengapa belum Engkau hadirkan keturunan di rumah tangga kami Ya Allah. Ketika kami kadang jalan-jalan di minggu pagi, betapa bahagia melihat keluarga yang juga berjalan-jalan bersama dengan buah hati mereka. ketika melihat posting-posting foto atau pun status baik di FB atau di media sosial lain, muncullah perasaaan iri, sedih, bahkan marah dan jengkel, mengapa aku belum dikaruniai keturunan. Kami sudah mencoba konsultasi ke dokter, kadang juga melalui alternative pijat dan minum jamu. Suami sayalah yang selalu dengan sabar, bijaksana dan tiada pernah bosan untuk memberikan semangat kepada saya untuk selalu ber-khusnudzon kepada Allah Ta'ala. " Allah maha mengatur segalanya, kita hanya sekedar menjalani dan Allah-lah yang menentukan. Tak lupa kita harus selalu berusaha dan berdo'a. Dan yakinlah, semua pasti indah pada waktunya". Kalimat itu yang selalu diucapkan suami saya ketika sedih menghampiri hatiku. Kalimat-kalimat penyemangat yang selalu suami sampaikan kepada saya agar jangan pernah berputus asa.  Kita memang harus selalu sabar dan ikhlas menjalani kehidupan ini. Apapun yang terjadi di dunia, semua atas izin Allah. To be contineud...

Rabu, 25 Juni 2014

PENYAKIT HATI

Beberapa hari yang lalu, siang-siang, ada salah seorang teman saya ketika dulu saya masih mengabdi di Kit Lontar. Dia mengajak saya untuk menghadiri acara pernikahan teman kami di daerah buah carica. Dalam hati sebenarnya pengen ikut sie...tapi...nanti dulu lah, coba tanya pak suami dulu, boleh atau tidak, atau jangan-jangan nanti ada barengan acara juga di semarang. Sembari ngobrol, aku coba tanyakan kabar teman2 lain yang masih sekantor dengan temanku itu. Ada satu teman yang tidak bisa ikut serta juga karena kabarnya sedang hamil anak kedua. Alhamdulillah, aku ikut senang. Tapi sepintas muncul perasaan yang gimana ya...semacam iri di dalam hatiku...Seandainya saja....Ah, sudahlah... Ya Allah...betapa sulit sekali untuk belajar menata hati dan menghilangkan penyakit hati ini. Ini hanya akan terus menggerogoti hatiku dimana aku juga sedang belajar ilmu menjadi insan yang pandai bersyukur. Apalagi belajar ikhlas, itu sangat suliiiittt sekali. Untuk sekedar ngomong sih gampang ya...tapi untuk mengaplikasikan ilmu ikhlas dan syukur di dalam kehidupan kita sehari-hari itu tidaklah mudah. Saya dan pak suami masih sama-sama belajar tentang hal tersebut dan akan saling mengingatkan. Semoga kita semua Insya Allah bisa menjadi pribadi yang pandai mensyukuri nikmat Allah.

Nyadran berkesan

Bulan ramadhan sebentar lagi tiba. Menurut adat di kampung halamanku, sebelum ramadhan ada acara "Nyadran". Pengertian nyadran adalah salah satu prosesi adat jawa dalam bentuk kegiatan tahunan di bulan ruwah (sya’ban), dari mulai bersih-bersih makam leluhur, masak makanan tertentu, seperti apem, kolak, ketan dll bagi-bagi makanan, dan acara selamatan atau disebut kenduri. 
Hari sabtu kemarin tanggal 21 Juni, yang sebenarnya aku tidak berencana pulang / mudik (tadinya mau bablas mudiknya lebaran aja), di telpon lah jumatnya oleh Bapak untuk pulang ke Jogja.  Saat ditelpon siang itu belum aku putuskan karena aku harus tanya dulu ke pak suami karena kadang beliau sabtu lembur.
Akhirnya, Oke,, Sabtu jadi pulang...Kita rencana berangkat pagi-pagi untuk antisipasi macet di sekitar ambarawa. Nah, karena ada satu dan lain hal, akhirnya baru berangkat jam 8 dari ungaran. Perjalanan dari Ungaran sudah penuh sesak karena ada proses cor jalan / betonisasi di sekitar lemahabang. 
Mas, pelan-pelan aja ya.. pintaku. Namanya di jalan raya, walaupun sudah berhati-hati apa saja bisa terjadi. 
Ketika itu tepat setelah pertigaan ke arah temangggung, maju dikit, macetlah jalan disitu. Kebiasaan pak suami, "nlesep-nlesep" atau mendahului dari arah kiri. Ada bis Antar Kota Antar Provinsi, karena tidak sabar, pak suami nlesep dari sisi kiri, dari turun dari aspal asli. dan di pinggi aspal asli (aspal jalan yang udah jadi) ditaburi pasir dan batu kricak yaang belum diberi cairan aspal curah. Otomatis motor berjalan meliuk-liuk karena diantara pasir dan batu kricak yang masih tersebar. Ketika mau naik lagi ke jalan aspal asli, banmotor tidak bisa naik karena pasir dan kricak yg masih bersebara hingga akhirnya "Gubrak". Kami jatuh tersungkur. Untungnya, bis yang akan kami lewati tadi langsung menginjak pedal rem, ALHAMDULILLAH YA ALLAH....
Setelah itu, segeralah saya dan pak suami bangkit dan meminggirkan motor. kami duduk di teras rumah orang yang kayaknya tidak ada penghuninya. Minum air putih, dan ternyata lutut  kanan pak suami terbentur dan lecet. Untung tadi seperangkat kotak obat saya bawa. Segera kuusap dengan kapas yang dibasahi air terlebih dahulu, barulah kuoles betadhine di luka pak suami. 
Subhanallah....Alhamdulillah Ya Allah...Engkau beri kami keselamatan. Seiring perjalanan ke Jogja, tidak ada obrolan di sepanjang jalan. Hening... dan mata ini sama sekali tidak merasakan kantuk, hanya dzikir  di dalam hati yang menyertai perjalanan kami. Dan saya bisa merasakan, cara pak suami mengendarai motor pelan dan sangat hati-hati. Ya Allah..akhir nya sampai juga kami di rumah bapak, dan capekkk banget rasanya. Semoga perjalanan pulang besok selamat dan lancar. Amien...